Angklung,
merupakan alat musik bambu yang berasal dari Provinsi Jawa Barat
– Indonesia, yang
kini popularitasnya terus meningkat berkat ditemukannya inovasi baru
seperti Angklung Melodi Modern bertangga nada Diatonis Kromatis oleh Bapak
Angklung Indonesia, Bapak Daeng Soetigna
pada Tahun 1938.
Perjalanan musik angklung
modern di Indonesia tidak
lepas dari usaha
menyebarkan ilmu keangklungan
mulai dari pembuatan alat
musik, pariwisata seni
pertunjukan, pendidikan, hingga
cara diplomatik yang dikakukan
dalam konferensi berskala
lokal, nasional, maupun internasional. Inovasi-inovasi produk
angklung baru pun terus ditemukan dan dikembangkan sebagai salah
satu kekayaan budaya
Bangsa Indonesia.
Penemuan produk
atau jenis angklung baru tentunya tidak terpisahkan dari budaya
tradisional asli Angklung Indonesia yang sudah
ada sejak zaman
dulu. Sejak abad
ke -10 angklung sudah mulai
dikenal, tertulis pada
Prasasti Cibadak (Sukabumi-Jawa Barat),
dan dalam manuskrip Negara
Kertagama Kerajaan Majapahit (Jawa Timur) pada abad ke-13.Pada tanggal
16 November 2010
tepatnya di Nairobi
- Kenya, Angklung Indonesia diakui
oleh UNESCO (United
Nations of Education and
Scientific Organization)
dalam sidang UNESCO
Ke-5 (Fifth Session
of Intergovernmental Committee/ 5.COM)
sebagai Warisan Budaya
Dunia Kemanusiaan Bukan
Benda (Intangible Cultural Heritage
of Humanities). Indonesia
kini diwajibkan untuk menjaga dan melestarikan angklung
sebagai alat musik yang “sah” milik
Indonesia sehingga tidak ada negara lain yang dapat mengklaimnya.
Keberadaan Angklung
sebagai alat musik
tradisional milik Indonesia menjadikan angklung dapat dimainkan
oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja oleh masyarakat
Indonesia, termasuk masyarakat
di Kota Pontianak.
Kini Kota Pontianak memiliki
komunitas angklung bernama
Angklung Komunitas Pontianak. Atas dasar
Angklung sebagai musik
warisan dunia dan
kebudayaan Bangsa Indonesia, Angklung
Komunitas Pontianak melakukan
pengenalan, pendidikan, pelatihan,
penjualan, dan pelestarian angklung di Kota Pontianak.
Sumber : Angklung Komunitas Pontianak

makasih
BalasHapus